SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

The Yudhoyono Institute

  • Language:
  • English
  • Bahasa
  • LOGIN
  • Home
  • About TYI
    • Vision Mission
    • Merchandise
    • Contact
    • Locations
    • Jobs at TYI
  • What We Do
    • Publications
      • Majalah Strategi
      • Analysis
    • Trainings
      • Leadership and Management Trainings
      • Business Leader Brief
    • Regular Forums
      • Panel Discussion
      • Roundtable Discussion
      • Dialogue with Grass Root
      • Annual Dialogue
      • TYI Lecture Series
  • Programs
  • Latest Event
    • TYI Goes to Campus
    • Dialog Rakyat
    • Roundtable Discussion
    • Diskusi Online
    • Esai #SBYQuoteTYI
    • Esai #SBYQuoteTYI Jilid 2
    • Webinar TYI
    • ANNUAL POLICY DIALOGUE 2022
    • Peluncuran Video Musik Save Our World
    • Others
  • Press Room
  • Books of SBY
    • Buku Pidato Peradaban: World Disorder and the Future of Our Civilization
    • Buku Garis Waktu Tak Bertepi
  • SBY Corner: A Better World is Possible
Contact
TYI
Sabtu, 07 Februari 2026 / Published in Event, ID, Others

The Yudhoyono Institute Dorong “Ekonomi Baru” sebagai Jalan Menuju Kemakmuran Baru Indonesia

Pacitan, Jawa Timur: Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya transformasi menuju ekonomi baru sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemakmuran yang nyata, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan AHY dalam acara yang diselenggarakan The Yudhoyono Institute di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jumat (6/2) pagi. Dialog mengusung tema besar “New Economy, New Road to Prosperity” dan dirancang sebagai forum dialog strategis lintas sektor untuk menggali pemikiran mengenai arah ekonomi Indonesia ke depan. Mengundang lebih kurang 50 tokoh pemerintahan dan pembuat kebijakan, dunia usaha, akademisi, serta pemikir strategis.

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada pada titik krusial pembangunan nasional. Tantangan ke depan tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan bahwa pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Indonesia harus maju bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan ekonomi harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar AHY.

AHY menjelaskan bahwa meskipun Indonesia telah mencatat berbagai capaian penting, seperti stabilitas ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan meningkatnya peran strategis di tingkat global, dunia kini berubah sangat cepat. Disrupsi teknologi, krisis iklim, dinamika geopolitik, serta ketatnya kompetisi global menuntut strategi pembangunan yang lebih kuat dan terarah.

“Yang kita butuhkan bukan jargon dan retorika, melainkan strategi dan kebijakan yang jitu, serta eksekusi yang efektif di lapangan,” tegas AHY.

Dalam sambutannya, AHY menguraikan lima pilar utama Ekonomi Baru Indonesia. Pertama, pembangunan infrastruktur dasar, sebagai alat keadilan sosial dan pemerataan ekonomi, guna menurunkan biaya logistik dan mendorong investasi daerah. Kedua, perumahan rakyat yang layak dan terjangkau, sebagai fondasi martabat, kesehatan, produktivitas, serta penciptaan lapangan kerja.

Ketiga, konektivitas antar daerah, baik fisik maupun digital, untuk memperkuat persatuan ekonomi nasional dan membuka akses kesempatan bagi UMKM, pelajar, dan masyarakat luas. Keempat, penguatan kualitas sumber daya manusia, melalui prioritas pada pendidikan dan kesehatan sebagai investasi jangka panjang daya saing bangsa. Dan terakhir, kemajuan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) sebagai akselerator produktivitas, layanan publik, dan pengambilan kebijakan berbasis data, yang tetap harus diiringi etika, regulasi adaptif, dan penguatan talenta digital nasional.

AHY juga menekankan bahwa kemakmuran baru harus dirasakan oleh seluruh rakyat, mulai dari nelayan, petani, buruh, guru, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, hingga generasi muda.

“Kemakmuran bukan sekadar angka, tetapi pengalaman hidup yang lebih baik,” katanya. Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi baru membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, hingga civil society, media, dan masyarakat luas sebagai mitra strategis dan pengawas pembangunan.

Menutup sambutannya, AHY mengajak seluruh elemen bangsa untuk optimis dan berani melangkah, dengan keyakinan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi, sumber daya alam, persatuan, dan semangat kebangsaan.

“Mari kita bangun Ekonomi Baru yang ditopang oleh infrastruktur kuat, SDM unggul, dan teknologi maju, untuk mewujudkan Kemakmuran Baru yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkas AHY.

Diskusi ini dibagi ke dalam dua sesi utama: Sesi 1 New Economy for Prosperity and Sustainability membahas bagaimana new economy dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan yang di isi oleh Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec sebagai Rektor Perbanas Institute, dan Dr. Yose Rizal Damuri Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Sementara di sesi 2 dengan tema The Role of Technology in New Economy: di isi oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Ilham Akbar Habibie Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Bapak Otto Toto Sugiri Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk, sharing Session bersama Dr. Drg. Chairul Tanjung, M.B.A. (Chairman CT Corp) serta closing remarks oleh Chairman TYI Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. (dna)

Tagged under: AHY, Diskusi, SBY, TYI

What you can read next

HARI KESAKTIAN PANCASILA
Tiba di Padang, AHY Langsung Temui Mahasiswa Baru Universitas Bung Hatta
BERI SOLUSI ATAS TIGA ISU KRITIS DUNIA, SBY: “A BETTER WORLD IS POSSIBLE”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Yudhoyono Dialogue Forum: “New Economy, New Road to Prosperity”

    Dari Pacitan, Jumat, 6 Februari 2026, diskursus...
  • Sambutan Pembuka oleh Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, pada Yudhoyono Dialogue Forum: “New Economy, New Road to Prosperity”, Pacitan, 6 Februari 2026

    ...
  • Coffee Talks with SBY Bersama Akademisi HI Unpar Membahas Dunia Pasca Davos, Dinamika Geopolitik, Multilateralisme & Arah Global ke Depan

    The Yudhoyono Institute (TYI) menyelenggarakan ...
  • Jadi Pembicara Utama di Universitas Stanford, Direktur Eksekutif TYI AHY Paparkan 3 Strategi Kemakmuran dan Kelanjutan Pembangunan di Asia Tenggara

    STANFORD – Menteri Koordinator Bidang Inf...
  • TYI Lecture Series, SBY: “Krisis Iklim dan Krisis Lingkungan Itu Nyata”

    Yogyakarta; Menanggapi permasalahan di dunia ak...

SIGN UP TO OUR NEWSLETTER

RESOURCES

  • Contact
  • Jobs at TYI
  • Media Resources
  • Follow

ABOUT

  • The Yudhoyono Institute at a Glance
  • Vision Mission
  • History
  • Location

© 2023 - The Yudhoyono Institute

TOP