Dari Pacitan, Jumat, 6 Februari 2026, diskursus tentang arah masa depan ekonomi Indonesia digelar secara jernih dan substantif di Auditorium Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur.
Melalui Yudhoyono Dialogue Forum: “New Economy, New Road to Prosperity”, The Yudhoyono Institute menghadirkan ruang dialog lintas generasi dan lintas sektor untuk merespons tantangan ekonomi global sekaligus mendukung agenda transformasi nasional Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Eksekutif TYI sekaligus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan kerangka “New Economy” sebagai peta jalan pertumbuhan yang tidak hanya cepat, tetapi juga adil dan dirasakan nyata oleh rakyat. Lima pilar ditegaskan: infrastruktur sebagai instrumen keadilan sosial, perumahan layak, konektivitas fisik dan digital, investasi pada kualitas manusia, serta akselerasi teknologi dan AI yang beretika dan adaptif.
Pesan kuncinya jelas: Indonesia tidak cukup hanya tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang hadir di meja makan, membuka peluang kerja, dan memperkuat daya saing generasi muda.
Forum ini ditutup dengan wrap-up & closing remarks oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menegaskan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai tanggung jawab kebangsaan. SBY menekankan pentingnya “right, deep, and comprehensive thinking”, implementasi nyata, serta kontinuitas kebijakan jangka panjang agar gagasan besar New Economy tidak berhenti sebagai jargon, melainkan menghasilkan “sustainable growth with equity”.
Forum ini dihadiri ratusan tokoh lintas disipliner, dan diskusi diperkaya oleh para tokoh akademisi, ekonom, dan praktisi dunia usaha dari berbagai latar belakang, di antaranya Prof. Dr. Chairul Tanjung, Otto Toto Sugiri, Prof. Mohammad Nuh, Dr. Ilham Habibie, Prof. Hermanto Siregar, dan Dr. Yose Rizal Damuri.












