Di penghujung Yudhoyono Dialogue Forum: “New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan (6/2), Presiden ke-6 RI sekaligus Chairman The Yudhoyono Institute, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan “wrap-up” dan “closing remarks” yang kuat, reflektif, sekaligus penuh tanggung jawab kebangsaan.
SBY menegaskan dukungan penuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto. Baginya, keberhasilan pemerintahan hari ini adalah keberhasilan rakyat dan masa depan Indonesia. Mendukung agenda pembangunan nasional bukan soal politik lima tahunan, melainkan komitmen jangka panjang demi kemajuan bangsa.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, SBY mengingatkan bahwa Indonesia harus serius membangun “New Economy; dimana ekonomi yang tidak hanya tumbuh tinggi, tetapi juga adil dan berkelanjutan. Ia menekankan tiga prinsip agar gagasan besar tidak berhenti sebagai jargon:
Pertama, Right, Deep, and Comprehensive Thinking: membangun bangsa dengan cara berpikir yang benar, mendalam, dan menyeluruh.
Kedua, implementasi nyata: karena “beautiful minds” tidak akan bermakna tanpa eksekusi yang efektif dan berdampak.
Ketiga, kontinuitas dan konsistensi: kebijakan yang baik harus dijaga kesinambungannya 5, 10, bahkan 15 tahun ke depan agar tercipta stabilitas dan prediktabilitas.
SBY kembali menegaskan pentingnya “sustainable growth with equity”: pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, menjaga lingkungan, serta bertumpu pada penguatan kualitas manusia dan inovasi teknologi.
Forum yang diselenggarakan The Yudhoyono Institute ini mempertemukan tokoh pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemikir bangsa. Sebuah pengingat bahwa kolaborasi adalah kunci.
Karena pada akhirnya, ekonomi baru hanya bisa terwujud jika kita melangkah bersama; dengan pikiran yang jernih, strategi yang matang, dan komitmen yang konsisten demi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.





